VIVAnews - Pemerintah Kamboja mengizinkan para diplomat Thailand menemui warganya yang ditangkap karena memata-matai mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Seperti diungkapkan stasiun televisi Channel News Asia, Selasa, 17 November 2009, Pemerintah Thailand menyatakan pihaknya sudah bisa menemui warga negara Thailand yang ditahan Pemerintah Kamboja. Siwarak Chothipong, 31 tahun, seorang pegawai di sebuah maskapai penerbangan Kamboja ditangkap karena memberi informasi jadwal penerbangan Thaksin kepada kedutaan besar Thailand saat buron politik Thailand itu berada di Phnom Penh minggu lalu.
"Perwakilan menteri luar negeri dan 3-4 orang kedutaan mengunjungi Siwarak di penjara dan melaporkan kepada kementerian semuanya dalam keadaan baik," ungkap Chavanond Intarakomalyasut, Sekretaris Menteri Luar Negeri Thailand. Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang telah Anda ketahui tentang world? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan sisa paragraf?
"Dia (Siwarak) memberitahu bahwa ia diperlakukan dengan baik. Kami bertanya mengenai detil peristiwa dan akan membela serta menyediakan pengacara untuknya," kata Chavanond. Penangkapan warga negara Thailand itu meningkatkan krisis diplomatik antara kedua negara tetangga. Pasalnya, Bangkok marah dengan langkah Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, yang menunjuk mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, sebagai penasihat khusus bidang ekonomi. Hun Sen juga menolak mengekstradisi mantan PM itu ke negaranya. Padahal, sejak setahun terakhir, Thaksin menjadi buruan pemerintah Thailand setelah divonis bersalah atas kasus korupsi dan penyalahgunaan jabatan. Sejak Kamis, 5 November 2009, kedua negara saling menarik duta besar masing-masing. ¢ VIVAnews
"Perwakilan menteri luar negeri dan 3-4 orang kedutaan mengunjungi Siwarak di penjara dan melaporkan kepada kementerian semuanya dalam keadaan baik," ungkap Chavanond Intarakomalyasut, Sekretaris Menteri Luar Negeri Thailand. Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang telah Anda ketahui tentang world? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan sisa paragraf?
"Dia (Siwarak) memberitahu bahwa ia diperlakukan dengan baik. Kami bertanya mengenai detil peristiwa dan akan membela serta menyediakan pengacara untuknya," kata Chavanond. Penangkapan warga negara Thailand itu meningkatkan krisis diplomatik antara kedua negara tetangga. Pasalnya, Bangkok marah dengan langkah Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, yang menunjuk mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, sebagai penasihat khusus bidang ekonomi. Hun Sen juga menolak mengekstradisi mantan PM itu ke negaranya. Padahal, sejak setahun terakhir, Thaksin menjadi buruan pemerintah Thailand setelah divonis bersalah atas kasus korupsi dan penyalahgunaan jabatan. Sejak Kamis, 5 November 2009, kedua negara saling menarik duta besar masing-masing. ¢ VIVAnews
No comments:
Post a Comment