VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengaku khawatir pemerintah mengeluarkan terlalu banyak uang untuk menolong pemulihan ekonomi. Jika itu terjadi maka bisa menyebabkan rapuhnya pemulihan ekonomi AS dan menenggelamkan ekonomi global pada sebuah resesi kedua yang lebih buruk (double dip recession). Saat ekonomi mulai pulih dari krisis dan resesi, diakuinya memang ada peluang untuk tertarik kembali ke belakang. "Dan tugas saya adalah memangkas pajak agar bisnis memiliki kekuatan untuk memulai kembali," kata Obama dalam sebuah wawancara di sela-sela kunjungannya di Korea Selatan. Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan world ahli adalah waktu. Jika Anda akan berinvestasi sedikit lebih banyak waktu dalam membaca, Anda akan lebih dekat ke status ahli ketika datang ke world.
Obama menambahkan, pentingnya mengenali apakah negara perlu menambah defisit pengeluarannya dengan memotong pajak atau melalui stimulus. "Pada suatu titik tertentu, warga dunia bisa saja kehilangan kepercayaan terhadap ekonomi AS dan itu bisa mengarahkan ekonomi global pada sebuah resesi yang lebih dalam," kata Obama. Obama melakukan kunjungan ke empat negara Asia untuk pertama kalinya sejak menduduki jabatan Presiden AS. Obama memulai lawatannya di Jepang, Singapura untuk pertemuan kerjasama ekonomi negara Asia Pasifik (APEC), kemudian China dan mengakihirinya di Korea Selatan. Berbagai isu dilontarkan dalam pertemuan-pertemuan dan pembicaraannya dengan pemimpin negara, di antaranya isu ekonomi, perubahan iklim, keamanan, proliferasi, serta penegakan hak azasi manusia. (AP) ¢ VIVAnews
Obama menambahkan, pentingnya mengenali apakah negara perlu menambah defisit pengeluarannya dengan memotong pajak atau melalui stimulus. "Pada suatu titik tertentu, warga dunia bisa saja kehilangan kepercayaan terhadap ekonomi AS dan itu bisa mengarahkan ekonomi global pada sebuah resesi yang lebih dalam," kata Obama. Obama melakukan kunjungan ke empat negara Asia untuk pertama kalinya sejak menduduki jabatan Presiden AS. Obama memulai lawatannya di Jepang, Singapura untuk pertemuan kerjasama ekonomi negara Asia Pasifik (APEC), kemudian China dan mengakihirinya di Korea Selatan. Berbagai isu dilontarkan dalam pertemuan-pertemuan dan pembicaraannya dengan pemimpin negara, di antaranya isu ekonomi, perubahan iklim, keamanan, proliferasi, serta penegakan hak azasi manusia. (AP) ¢ VIVAnews
No comments:
Post a Comment