Thursday, November 19, 2009

Presiden Bahas Mafia Hukum

Bayangkan waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi mengenai berita. Ketika Anda mulai berbagi kata kunci% menarik% fakta di bawah ini, teman-teman Anda akan benar-benar takjub.
Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membahas langkah pemerintah dalam program 100 hari untuk memberantas mafia kasus hukum sebagai upaya menjamin rasa keadilan masyarakat.

œSaya ingin nanti menjelaskan secara lebih dalam lagi langkah konkret kita untuk pemberantasan mafia di bidang hukum sebagai bagian penting dalam reformasi bidang hukum yang menjadi prioritas utama pemerintahan kita, kata Presiden dalam pidato pengantar saat membuka rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis [19/11] .

Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan, program pemerintah dalam pemberantasan mafia hukum harus berjalan efektif sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. œSaya ingin dalam 100 hari langkah pemberantasan mafia dikaitkan

reformasi hukum secara keseluruhan bisa berjalan efektif sehingga pada gilirannya rakyat akan merasakan bahwa kehidupan di bidang hukum semakin baik, tegasnya.

Selain membahas pemberantasan mafia hukum, rapat yang dimulai pada pukul 13.15 WIB tersebut juga membahas mengenai perkembangan global di berbagai bidang sehingga setiap kebijakan yang diambil oleh masing-masing menteri dapat sesuai dengan kondisi global sehingga menguntungkan bagi Indonesia.

œSaya akan jelaskan perkembangan global tidak hanya di bidang ekonomi agar kita paham betul dengan demikian bawa manfaat yang nyata bagi rakyat kita dan masyarakat dunia, kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan semua kebijakan pemerintah bisa dijalankan secara seksama dan bila terkait dengan internasional, sudah memiliki pemahaman yang baik sehingga Indonesia bisa jadi memetik keuntungan penuh dari kondisi global.

Hal ketiga yang dibicarakan adalah terkait dengan agenda yang akan dibawa oleh Indonesia dalam konferensi PBB untuk perubahan iklim yang akan berlangsung di Copenhagen, Denmark, Desember mendatang.

œNanti kita akan dengarkan presentasi tentang posisi dan rekomendasi Indonesia yang akan kita bawa dalam konferensi PBB tentang perubahan iklim.

Benar-benar ide yang baik untuk menggali lebih dalam subjek dari berita. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan rasa percaya diri yang Anda butuhkan untuk usaha ke daerah baru.

Tiga tahun ini perubahan iklim menjadi isu sentral yang meniscayakan semua pemimpin dunia turut serta, katanya.

Seluruh menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalam rapat tersebut, demikian juga dengan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supandji serta Kepala BIN Sutanto.

Langkah Konkrit

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku gusar melihat adanya mafia di bidang hukum yang merusak rasa keadilan masyarakat sehingga akan segera mengambil langkah konkrit untuk memberantasnya.

œNanti kita rumuskan langkah konkrit seperti apa, langkah pengawasannya termasuk apa yang akan saya kendalikan (penanganan pemberantasan-red) langsung sebagai presiden. Saya melihat ˜feed back dari masyarakat luas, mereka menyambut baik, kata Kepala Negara saat memulai rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Perkembangan global

Selain membahas pemberantasan mafia hukum, rapat yang dimulai pukul 13:15 WIB itu juga membahas mengenai perkembangan global di berbagai bidang sehingga setiap kebijakan yang diambil oleh masing-masing menteri dapat sesuai dengan kondisi global sehingga menguntungkan bagi Indonesia.

œSaya akan jelaskan perkembangan global tidak hanya di bidang ekonomi agar kita paham betul dengan demikian bawa manfaat yang nyata bagi rakyat kita dan masyarakat dunia, kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan semua kebijakan pemerintah bisa dijalankan secara seksama dan bila terkait dengan internasional, sudah memiliki pemahaman yang baik sehingga Indonesia bisa jadi memetik keuntungan penuh dari kondisi global.

Hal ketiga yang dibicarakan adalah terkait dengan agenda yang akan dibawa oleh Indonesia dalam konferensi PBB untuk perubahan iklim yang akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang. ( ant )

Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin utama dibahas di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang berita.

No comments:

Post a Comment