VIVAnews - Tak hanya , PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun turut melakukan investasi di pembangunan backbone jaringan guna memperkuat posisinya di pasar. Jika untuk satelit Palapa-D Indosat merogoh koceknya sebesar US$ 200 juta (setara Rp 1,8 triliun) yang diperkirakan akan menyentuh titik impas setelah tujuh tahun orbit, Telkom sementara menyiapkan dana investasi segar sebesar Rp 500 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan Telkom untuk pembangunan tahap pertama Palapa Ring dengan nama Mataram-Kupang Cable System. Pembangunannya mencakup rute Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar sepanjang 1.041KM. Kami menginvestasikan dana sebesar 500 miliar rupiah untuk membangun backbone tersebut. Penyedia jaringan yang kami tunjuk adalah Huawei Marine. Pembangunannya akan dimulai 30 November nanti, kata Ermady Dahlan, Chief Operating Officer Telkom di Jakarta, 17 November 2009. Mudah-mudahan informasi yang disajikan sejauh ini telah berlaku. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan berikut ini:
Ermady mengatakan, diperkuatnya backbone Telkom didesak oleh perubahan mendasar pada layanan perseroan. Bila sebelumnya, layanan legacy Telkom jauh lebih , maka sekarang ini kue Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (T.I.M.E) atau new wave juga akan diperbesar. Pasalnya, kata Ermady, wilayah Indonesia Timur juga ingin menikmati new wave ini. New Wave adalah lini bisnis diluar telekomunikasi dasar berbasis seluler atau kabel. Bisnis ini identik dengan penggunaan internet dan solusi teknologi informasi. Berdasarkan catatan, pada 2008, bisnis new wave Telkom tumbuh mencapai 51 persen. Namun, per kuartal tiga 2009, sumbangannya terhadap total revenue Telkom masih kecil, sekitar 8,9 persen, meskipun meningkat dibandingkan 6,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. ¢ VIVAnews
Ermady mengatakan, diperkuatnya backbone Telkom didesak oleh perubahan mendasar pada layanan perseroan. Bila sebelumnya, layanan legacy Telkom jauh lebih , maka sekarang ini kue Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (T.I.M.E) atau new wave juga akan diperbesar. Pasalnya, kata Ermady, wilayah Indonesia Timur juga ingin menikmati new wave ini. New Wave adalah lini bisnis diluar telekomunikasi dasar berbasis seluler atau kabel. Bisnis ini identik dengan penggunaan internet dan solusi teknologi informasi. Berdasarkan catatan, pada 2008, bisnis new wave Telkom tumbuh mencapai 51 persen. Namun, per kuartal tiga 2009, sumbangannya terhadap total revenue Telkom masih kecil, sekitar 8,9 persen, meskipun meningkat dibandingkan 6,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. ¢ VIVAnews
No comments:
Post a Comment