Friday, December 4, 2009

Cerita di Balik Sukses Si 'Jayantara'

Jadi apa yang sport benar-benar semua tentang? Laporan berikut termasuk beberapa informasi menarik tentang sport - info bisa anda gunakan, bukan hanya barang lama yang mereka gunakan untuk memberi tahu Anda.
VIVAnews - Di balik sukses seekor kuda bisa tersimpan banyak kisah. Demikian halnya dengan kisah 'APM Jayantara', kuda milik Nadia Marciano yang menjadi kuda terbaik tahun 2009 di kelas 'Young Horse'. Gelar membanggakan itu diraih akhir pekan lalu di event The Gading Open yang digelar di Caringin, Bogor.

Jayantara lahir tahun 2005. Di usia dua setengah tahun, ia dibeli Nadia secara 'tak sengaja.'

"Saya beruntung sekali bisa dapat dia. Nggak sengaja karena nggak niat beli kuda tapi begitu pertama kali lihat langsung senang," kata Nadia.

Jayantara adalah hasil ternakan Yeye Yusuf dari Adetex Stable. Anak dari pasangan 'Money for Power' dan 'Srikandi' itu sebenarnya disiapkan sebagai kuda pacu oleh Yeye sebelum akhirnya Nadia mengubah jalan hidup Jayantara menjadi terjun di nomor show jumping.

Saya percaya bahwa apa yang telah Anda baca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membereskan segala ketidakpastian yang mungkin tetap.

Sekarang bagi siapa yang ingin mencetak adik kandung Jayantara harus mengurungkan niatnya. Pasalnya bapak dari Jayantara sudah mati. Matinya pun terbilang tragis. Money for Power sang pejantan tenggelam di perairan Nusa Tenggara saat berkelana dengan kapal laut.

"Tidak hanya kudanya yang mati, groom (perawat) Money for Power juga tenggelam. Jenazahnya nggak pernah ditemukan," tutur Nadia.

Maka tak heran jika Nadia begitu menyayangi Jayantara yang sudah yatim itu. Latihan intensif sang kuda pun dipercayakan pada orang terpercaya. Adi Katompo, atlet nasional yang juga sahabat Nadia, adalah orang pertama yang melatih Jayantara dari nol.

"Setelah Adi yang melatih pertama kali, kemudian ada Raymen Kaunang dan Dede Tohir yang mengantarkan Jayantara menang di beberapa perlombaan di nomor show jumping."

"Dulu saya beli seharga Rp 35 juta. Kalau sekarang nggak dijual," kata Nadia.

¢ VIVAnews
Itulah keadaan berdiri sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah sepanjang waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.

No comments:

Post a Comment