Sunday, December 6, 2009

Vina Baru Sebulan Wisuda

Artikel berikut mencakup informasi terkait yang mungkin menyebabkan Anda untuk mempertimbangkan kembali apa yang Anda pikir Anda mengerti. Yang paling penting adalah untuk belajar dengan pikiran yang terbuka dan bersedia untuk merevisi pemahaman Anda jika perlu.
Medan ( Berita ) : RUMAH duka masih terlihat sunyi, sedangkan sejumlah sanak family menyiapkan segala sesuatu untuk melaksanakan fardu kifayah. Sabtu (05/2) sekitar pukul 10.30 WIB, sejumlah kerabat mulai berdatangan di rumah duka Jalan STM Gang Ikhlas, tempat disemayamkannya Vina Fadillah, 25, korban keganasan api di Karaoke M City, Jumat kemarin.

Vina, satu dari 20 korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di Karaoke M City sekitar pukul 20.30 WIB. Dia merupakan karyawan Sales Promotion Girls (SPG) produk rokok terkenal yang memasarkan produknya di M City.

Menurut Ferdy rekan kerjanya, korban masuk kerja pada hari itu sekitar pukul 09.00 WIB, tidak ada firasat apa-apa terhadap diri Vina. Kemudian, Vina pulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB. Dengan menggunakan mobil perusahaan, Vina bersama teman-teman SPG lainnya, diantar ke tempat kostnya di sekitar Jalan Sakti Lubis Medan.

Entah apa yang membuat diri Vina berubah pikiran, sekitar pukul 18.30 WIB, korban seorang diri kembali mendatangi M City dan bertemu dengan dua orang rekannya yang juga SPG rokok merek terkenal tersebut.

œPadahal dia sedang tidak bekerja. Mungkin karena suntuk di rumah kost, makanya dia datang kembali ke M City, sebut Ferdy, kepada Berita, yang mengetahui kejadian itu dari rekan-rekan perusahaannya.



Ferdy lalu bercerita, saat kejadian, Vina di lantai 3. Bahkan Vina sempat menghubungi seorang leadernya bernama Ica. Dalam pembicaraan, itu Vina sempat meminta tolong agar dikeluarkan dari ruangan karaoke yang sudah terkepung oleh api. Sedangkan asap hitam dan panas, mengepul menyelimuti ruangan itu. Vina dan dua rekannya keracunan asap dan nafas tertahan. Malang Vina, tewas di tempat, sedangkan seorang rekannya kritis dan meninggal di RSU Pirngadi Medan, seorang lagi berhasil selamat. œHabis itu tidak terdengar lagi suara Vina, ujar rekan-rekan Vina lainnya, yang melayat ke rumah duka.

Sementara seorang sepupu Vina, bernama Doddy yang tinggal di Lubuk Pakam, kepada Berita mengatakan, dia terakhir kali melihat Vina saat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, kemarin. Tidak banyak cerita tentang Vina yang bisa diutarakan Doddy, tetapi pria lajang ini mengatakan, Vina anak bungsu yang selalu manja dan suka berbagi kepada saudara-saudaranya.

œSekitar Pukul 01.00 WIB, Vina dibawa dari kamar mayat RSU Pirngadi Medan. Rencananya akan dikubur usai Shalat Ashar di Pekuburan Muslim Jalan Halat, karena masih menunggu abang kakak lainnya di Jakarta, kata Doddy.

Sedangkan Zulkarnaen, ayah Vina, tak kuasa menahan tangisnya disaat sejumlah kerabat handai taulan berdatangan memeluk dan mengucapkan belasungkawa kepadanya. Zulkarnaen yang asli putra Sumatera Barat itu, kepada Berita, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di Jakarta dalam urusan keluarga. Hatinya sedih ketika mendengar kabar kematian anak tersayangnya sehingga paginya dia segera bergegas kembali pulang ke Medan.

œVina baru saja di wisuda Diploma III, Triguna, Nopember lalu, sebut Zulkarnaen sambil menyeka air matanya yang jatuh ke pipi.

Turut hadir di rumah duka Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan, Ir Iriadi Irawadi. Kepada Berita, Iriadi Irawadi sangat terpukul kehilangan salah satu keponakannya. œSaya selalu sibuk kerja sehingga tidak terlalu banyak melihat Vina kesehariannya, ujar Iriadi. (Donny)

Ketika kabar tersiar tentang perintah dari berita fakta, orang lain yang perlu Anda ketahui tentang berita akan mulai untuk secara aktif mencari Anda.

No comments:

Post a Comment