VIVAnews - Lame Horse, sebuah klub malam di Perm, Rusia, luluh lantak akibat ledakan kembang api. Data terakhir yang dirilis pejabat setempat menyebut, korban tewas bertambah menjadi 107 jiwa. Peristiwa terjadi saat ratusan pengunjung tengah berpesta merayakan ulang tahun ke delapan klub malam itu pada Sabtu, 5 Desember 2009, sekitar pukul 23.15 waktu setempat. Ledakan dipicu percikan kembang api yang menyambar dekorasi ruangan bermateri plastik. "Orang-orang sedang bersenang-senang, dan saat itu puncak pesta saat saya tiba-tiba melihat api di langit-langit ruangan," kata Svetlana Kuvshinova, korban selamat, kepada Associated Press. "Dalam hitungan detik, api langsung menyebar ke penjuru ruang." Jika Anda dasar apa yang Anda lakukan pada informasi yang tidak akurat, Anda mungkin tidak menyenangkan terkejut oleh konsekuensi. Pastikan Anda mendapatkan seluruh world cerita dari sumber-sumber informasi.
Sebelum akhirnya berlari menyelamatkan diri, Kuvshinova sempat mendengar petugas memberi peringatan kepada pengunjung dan tamu undangan. "Mohon perhatian, kita dalam kebakaran, mohon meninggalkan ruang pesta." Kepanikan pun menjalar. Ratusan orang bingung mencari pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Sebagian terjatuh dan terinjak di tengah jilatan api yang semakin ganas. "Pintu keluar ternyata cuma satu, dan orang-orang tersumpal di sana, semua panik karena asap tebal menyergap dan kami tak bisa melihat apapun," kata Olga, korban selamat lainnya. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah. Tim investigasi bahkan telah mendata sebanyak 109 korban tewas dan lebih 130 orang mengalami luka bakar tingkat sedang hingga serius. Saluran televisi milik pemerintah Vesti-24 menayangkan tumpukan mayat di luar klub malam tersebut. Pemerintah Rusia membentuk tim khusus untuk menyelidiki peristiwa maut yang melanda kota terbesar ke enam di Rusia itu. Pemerintah memastikan peristiwa itu bukan serangan teroris. Dugaan sementara, peritiswa akibat kelalaian penyelenggara acara, sebab kembang api itu tak seharusnya disulut di dalam ruang dengan dekorasi rawan terbakar. ¢ VIVAnews
Sebelum akhirnya berlari menyelamatkan diri, Kuvshinova sempat mendengar petugas memberi peringatan kepada pengunjung dan tamu undangan. "Mohon perhatian, kita dalam kebakaran, mohon meninggalkan ruang pesta." Kepanikan pun menjalar. Ratusan orang bingung mencari pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Sebagian terjatuh dan terinjak di tengah jilatan api yang semakin ganas. "Pintu keluar ternyata cuma satu, dan orang-orang tersumpal di sana, semua panik karena asap tebal menyergap dan kami tak bisa melihat apapun," kata Olga, korban selamat lainnya. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah. Tim investigasi bahkan telah mendata sebanyak 109 korban tewas dan lebih 130 orang mengalami luka bakar tingkat sedang hingga serius. Saluran televisi milik pemerintah Vesti-24 menayangkan tumpukan mayat di luar klub malam tersebut. Pemerintah Rusia membentuk tim khusus untuk menyelidiki peristiwa maut yang melanda kota terbesar ke enam di Rusia itu. Pemerintah memastikan peristiwa itu bukan serangan teroris. Dugaan sementara, peritiswa akibat kelalaian penyelenggara acara, sebab kembang api itu tak seharusnya disulut di dalam ruang dengan dekorasi rawan terbakar. ¢ VIVAnews
No comments:
Post a Comment