Tuesday, December 8, 2009

Marzuki Alie: ASIA Perlu Ciptakan Kawasan Berkelanjutan

Jika Anda sungguh-sungguh tertarik untuk mengetahui tentang berita, Anda harus berpikir di luar dasar. Artikel ini membutuhkan informatif melihat lebih dekat hal yang perlu Anda ketahui tentang berita.
Bandung ( Berita ) :  Presiden Asian Parliamentary Assembly (APA) Marzuki Alie menegaskan makna penting parlemen di Asia untuk menciptakan kawasan berkelanjutan (sustainable regionalism) sebagai salah satu strategi efektif mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Saat pembukaan sidang pleno keempat APA di Bandung, Selasa [08/12], Marzuki yang juga Ketua DPR itu meyakini bahwa œsustainable regionalism itu bukan saja mampu mengatasi persoalan dan tantangan masa kini, tetapi juga mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang.

Ia menjelaskan, dalam konteks kerjasama lingkungan hidup, negara-negara anggota APA patut mempromosikan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economy), yakni pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan basis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan tanpa memperhatikan dampak yang muncul bagi kelangsungan lingkungan hidup.

œNamun upaya penciptaan sustainable economy ini harus dilakukan beriringan dengan upaya mengangkat masyarakat dari kemiskinan dengan memberikan peluang bagi terciptanya pekerjaan yang berwawasan lingkungan (green job) dan mengubah sistem pendidikan menjadi lebih berwawasan lingkungan (green education), ujar Marzuki Alie.

Dalam konteks demikian, menurut dia, masyarakat internasional perlu mendorong semua pihak untuk sepakat mensukseskan pertemuan perubahan iklim dunia di Kopenhagen,Denmark, pada beberapa waktu mendatang.

Lebih lanjut Ketua DPR mengatakan bahwa sebuah strategi yang efektif untuk pengurangan kemiskinan rakyat harus mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berpihak pada kaum miskin, pembangunan sosial yang menyeluruh dan tata kelola yang baik.

Di tingkat global, organisasi APA perlu mendukung upaya memajukan aktivitas dan sistem ekonomi global yang pro pertumbuhan, pro rakyat miskin dan pro pembangunan berkelanjutan.

Terkait dengan kekayaan dan keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa-bangsa Asia, menurut Marzuki, APA harus pula memberikan perhatian yang memadai.

Dikatakannya bahwa wilayah Asia yang membentang luas dari Asia Barat hingga Asia Timur memiliki budaya-budaya unggulan yang beranekaragam dan unik sebagai kekayaan tak ternilai Asia.  Kita patut berbangga bahwa Asia merupakan tempat kelahiran agama-agama dan peradaban besar dunia, ujarnya.

Karenanya, ia menegaskan, sudah selayaknya apabila kekayaan dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Asia itu mendapat perlindungan dan penghormatan.

Penguatan Demokrasi Jadi Isu Sentral Sidang APA

Anda yang belum terbiasa dengan kata kunci pada% terbaru% kini memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

Presiden Asian Parliamentary Assembly (APA) Marzuki Alie menegaskan, isu sentral dalam perdebatan umum sidang pleno keempat APA adalah penguatan demokrasi di kawasan Asia untuk mencapai kemakmuran rakyat di negara-negara tersebut.

œTema yang diusung untuk pertemuan APA ke-4 ini adalah ˜The roles of Asian parliaments in strengthening democracy towards prosperity, peace and justice in the region, ujar Marzuki yang juga Ketua DPR RI itu saat pembukaan sidang pleno keempat APA di Bandung, Selasa.

Menurut dia, perdebatan umum dalam sesi persidangan APA akan berkisar pada bagaimana parlemen di kawasan Asia dapat berkonsentrasi untuk memperkuat proses demokratisasi.

Selain itu juga mensinergikan demokrasi dengan pencapaian kemakmuran, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta mewujudkan keadilan bagi rakyatnya.

Ditegaskan Marzuki bahwa parlemen adalah lembaga politik sebagai hasil proses demokrasi. Karenanya ada korelasi positif antara perkembangan demokrasi dengan kemajuan dan kiprah parlemen di suatu negara.

œMeski demikian perkembangan dan kemajuan demokrasi memberi gambaran ciri dan karakter dari bangsa itu sendiri, ujarnya.

Kokohnya kemajuan demokrasi, ia menambahkan, tidak harus pula mengarah kepada corak demokrasi yang uniform, tetapi justru harus mampu melestarikan pluralisme.

œKeberagaman akan memberi warna bagi perjalanan demokrasi pelangi yang cocok dengan situasi, kondisi dan nilai-nilai sosial di masing-masing negara, katanya.

Pada bagian lain, Marzuki mengatakan harapannya agar di akhir persidangan APA kali ini bisa dihasilkan deklarasi Bandung. Menurut dia, deklarasi Bandung itu nantinya akan menjadi landasan kerjasama  parlemen kawasan untuk membangun demokrasi, menciptakan kemakmuran dan mengurangi kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, Marzuki juga mengatakan bahwa APA dapat diikut sertakan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan besar dan kompleks, dengan membantu pemerintah masing-masing terkait permasalahan politik, kekerasan, terorisme, ekonomi, lingkungan dan mengatasi krisis keuangan global.

œUntuk itu berbagai pertemuan telah dilakukan dalam bentuk sidang sub comittee meeting dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir ini, katanya.

Sidang pleno keempat APA di Bandung itu diikuti oleh 174 peserta dari 26 negara anggota APA. Dari pertemuan tersebut nantinya akan dihasilkan berbagai resolusi diantaranya resolusi tentang International Peace and Security in Asia, Friendship Declaration, Asian Intergrated Energy Market, Cultural Diversity, dan Combating Corruption.  ( ant )

Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin utama dibahas di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang berita.

No comments:

Post a Comment